Penurunan stunting kembali mencatatkan kabar menggembirakan dari Nagari Bukik Sikumpa, Kecamatan Lareh Sago Halaban, Kabupaten Lima Puluh Kota. Nagari ini berhasil masuk dalam lima besar desa berkinerja terbaik di Regional Sumatera untuk percepatan penurunan stunting. Capaian ini diakui langsung oleh Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Nasional.
Prestasi tersebut membuka peluang besar bagi Nagari Bukik Sikumpa untuk melaju ke tahap penilaian nasional. Proses verifikasi lapangan doleh tim penilai dari Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (PDTT), Kementerian Dalam Negeri, serta tim teknis pendukung.
Kehadiran rombongan penilai disambut langsung oleh Bupati Lima Puluh Kota, Safaruddin Dt. Bandaro Rajo. Ia hadir bersama Wali Nagari Bukik Sikumpa Zilfakri Utama Putra, Kepala Bapelitbang Gusdian Laora, Kepala Dinas Kesehatan Yulia Masna, Kepala DP2KBP3A Wilda Reflita, serta Camat Lareh Sago Halaban Wahyu Marmora.
Dalam sambutannya, Bupati Safaruddin menegaskan bahwa penilaian ini merupakan bagian dari seleksi tingkat nasional untuk menentukan nagari berkinerja terbaik dalam percepatan penurunan stunting tahun 2024. Ia menjelaskan, sejak 2019 Kabupaten Lima Puluh Kota telah menjadi lokus penurunan stunting dengan berbagai kebijakan strategis yang diperkuat hingga ke tingkat nagari.
Bupati Safaruddin menekankan pentingnya penggunaan dana desa, peningkatan konvergensi program, hingga penyelenggaraan rapat koordinasi di tingkat nagari. Ia memberikan apresiasi atas capaian Nagari Bukik Sikumpa yang berhasil masuk nominasi nasional berkat kinerjanya yang konsisten.
Menurut Safaruddin, Nagari Bukik Sikumpa saat ini telah mencapai angka konvergensi penurunan stunting sebesar 72%, capaian yang dinilainya patut menjadi contoh bagi nagari lain.
Sementara itu, Ketua Tim Penilai, Nur Annisa Ratna, membacakan sambutan dari Direktur Pengembangan Sosial Budaya dan Lingkungan Desa dan Perdesaan Kemendes PDTT, Luthfy Latief. Ratna menjelaskan bahwa Nagari Bukik Sikumpa berhasil masuk lima besar Regional Sumatera setelah melalui seleksi ketat.
Ia menegaskan bahwa kunjungan tim bertujuan untuk verifikasi lapangan, sinkronisasi data, dan pemeriksaan dokumen untuk memastikan data yang diajukan benar-benar valid. Penilaian TPPS Nasional, lanjutnya, fokus pada pengukuran kinerja desa dalam aksi konvergensi penurunan stunting, termasuk alokasi dana desa, pelaksanaan program, hingga inovasi desa dalam menurunkan angka stunting.





