Lima Puluh Kota, bukuksikumpa — Nagari Bukik Sikumpa di Kecamatan Lareh Sago Halaban, Kabupaten Lima Puluh Kota, terus menunjukkan potensi besar sebagai desa wisata berbasis adat, budaya, dan kekayaan alam. Dengan luas wilayah 6,34 kilometer persegi dan jumlah penduduk 2.596 jiwa, nagari ini menyimpan kekayaan tradisi dan sumber daya yang mampu menjadi daya tarik wisata unggulan daerah.
Nagari Bukik Sikumpa terdiri dari empat jorong—Padang Belimbing, Padang Cubadak, Pakan Sinayan, dan Rogeh—yang masing-masing memiliki karakter dan potensi lokal. Berjarak hanya 2 kilometer dari ibu kota kecamatan dan 20 kilometer dari Sarilamak, nagari ini memiliki akses yang terbilang strategis.
Dalam sektor sosial, Bukik Sikumpa memiliki fasilitas pendidikan lengkap mulai dari SD, SMP/MTsN hingga SMA, serta fasilitas kesehatan seperti Pustu, Posyandu, dan Poskesri. Sementara dari sisi ekonomi, masyarakat mengandalkan peternakan, perikanan, serta pertanian yang menghasilkan berbagai produk khas seperti rondang dagiang itam, pongek ikan, aia aka, kalamai di buluah, hingga gulo anau.
Selain kekayaan alam, Nagari Bukik Sikumpa juga dikenal sebagai pusat pelestarian adat dan budaya. Tradisi tobiang tinggi salingka nagari, randai, silek, serta permainan anak nagari masih dijaga ketat oleh masyarakat. Keberadaan Yayasan Pusat Budaya Minangkabau, Sanggar Seni dan Budaya Sumarak Anjuang Nan Tinggi, serta Museum Tobiang Tinggi Adat Salingka Nagari Bukik Sikumpa menjadi bukti kuat komitmen nagari dalam menjaga identitas budaya.
Museum Tobiang Tinggi dibangun sebagai ruang edukasi bagi generasi muda, sekaligus destinasi budaya bagi wisatawan yang ingin mengenal lebih dekat warisan leluhur. Museum ini menampilkan sejarah adat, benda tradisi, dan dokumentasi budaya tobiang tinggi yang menjadi ikon nagari tersebut.
Di bawah kepemimpinan Wali Nagari Zulfakri Utama Putra, upaya pelestarian adat, budaya, dan seni terus mendapat dukungan penuh. Pemerintah nagari aktif mendorong tumbuhnya kegiatan seni serta pengembangan wisata budaya untuk meningkatkan ekonomi masyarakat.
Dengan kekayaan adat, seni, dan alam yang terjaga, Nagari Bukik Sikumpa memiliki peluang besar menjadi desa wisata unggulan di Sumatera Barat, sekaligus pusat budaya Minangkabau yang berdaya tarik tinggi bagi wisatawan lokal maupun mancanegara.





